Sabtu, 25 Desember 2010

Makalah Ternak Sapi Potong


MAKALAH

USAHA SAPI POTONG DAN
CARA PEMELIHARAANNYA

Disusun oleh:
SAIPONDI

                                                



POLITEKNIK INDONESIA VENEZUELA
(POLIVEN)









KATA PENGANTAR

Puji syukur saya penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Usaha sapi Potong dan Cara Pemeliharaannya”.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas MK Komputer Politeknik Indonesia Venezuela.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada :
  1. Bapak Ridwan Saputra S.Pt serta segenap jajarannya yang telah memberikan kemudahan-kemudahan baik berupa moril maupun materiil selama mengikuti pendidikan di kampus Politeknik Indonesia Venezuela.
  2. Rekan-rekan semua di Kampus Pliven.
  3. Secara khusus saya menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada saya, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini
  4. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Akhirnya saya berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.











DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................... 01

DAFTAR ISI .................................................................................... 02

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang .............................................................................. 03
2. Tujuan ........................................................................................... 04
3. Metode Penulisan .......................................................................... 04

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP
Kesimpulan ....................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................... 11
























BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Familia hewan yang mencakup semua ternak sapi dikenal sebagai familia Bovidae. Hewan dari familia ini adalah yang terbanyak dari semua hewan berkuku. Banyak dari subfamilia Bovinae yang diternakkan. hubungan hewan dala subfamilia Bovinae dapat di lihat pada gambar berikut:




          Semua sapi jinak yang diternakkan berasal dari Bos taurus atau sapi tak berkelasa dan Bos indicus yang asal keturunannya yang liar telah punah dan dari sapi liar Asia Tenggara Bos gaurus dan Bos banteng dan dari persilangan dua atau tiga tipe. Antar ternak kesemuanya dapat saling bertangkar dan kesuburan yang berbeda derajatnya.

          Beberapa bukti paling awal mengenai mulai diternakkannya sapi terdapat di selatan Turkestan 8000 tahun SM. Sapi-sapi dimasa itu merupakan asal sapi dari bangsa bertipe tanduk panjang Hamit, juga ada bukti ditempat yang sama 2000 tahun kemudian bahwa ada Bos brachyceros atau tipe bertanduk pendek. Tipe-tipe sapi bertandk panjang dan pendek ini merupakan asal-usul dari sapi Bos taurus di dunia sekaran.

          Bukti-bukti yang sampai sekarang menyatakan bahwa sapi Zebu berasal dari Asia Barat, tidak seperti dugaan pertama yang menyatakan berasal subbenua India. Bukti-bukti saat mulainya penjinakkan sapi Zebu belum jelas, hanya mulai di Thailand oleh orang-orang Indochina

          Tipe sapi bertanduk panjang, tanduk pendek dan Zebu di masukkan ke bena Afrika sejak saat sejarah sapi jinak mulai dan benua Amerika dan daerah Oceania sejak abad 16. Kelompok hewan sapi yang meliput sapi jinak di kenal dengan Bovidae. Sampai saat ini ada 4 sbkelompok yang masing-masing terdiri dari spesies dan breed:

a. Subkelompok (subgroup)
   Taurine yang terdiri dari sapi jinak yang penting dan banyak jumlahnya speolis:
Bos taurus : Jenis sapi yang menjadi sapi potong dan perah di Eropa. Golongan ini telah tersebar di seluruh  permukaan bumi, termasuk Indonesia.
Bos Indicus : Zebu (sapi berpunuk) inilah yang sekarang berkembang di India dan sebagian di Indonesia

b. Subgroup Bibovine
Bos gaurus gaur : species liar terdapat di India, Birma dan Malaysia
Bos Frontalis spesies semiliar gayal : terdapat di Assam Birma
Bos sondaicus dan banteng : Golongan ini merupakan sumber asli sapi-sapi Indonesia

c. Subgroup Bisontine
Yang meliputi :
Bos grunniens : Yak, ternak jinak di Tibet
Bos bison : Bison, spesies Amerika utara yang hampir punah tetapi di silangkan dengan sapi Eropa

d. Subgroup Bubaline atau buffaloes
    Spesies yang penting adalah :
bos , bubalis yang ada di Timur dekat dan Asia Tenggara
Bos mindorensis di Filipina
Bos depressicornis di Sulawesi.

2. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua terutama bagi saya sendiri.
3. Tujuan
Penulisan dilakukan secara diskriptif dengan mengambil bahan dari pustakan maupun dari sumber lain yang berkaitan dengan judul makalah.



BAB II PEMBAHASAN
Beternak sapi potong merupakan usaha yang sangat menarik. Selain untuk memenuhi permintaan pasar daging yang masih belum terpenuhi, juga untuk mendorong timbulnya industri lain yang berbahan baku daging, kulit tulang dan bahan ikutannya.



Dampak positif dari usaha peternakan sapi potong, antara lain adalah:

    - Membuka kesempatan berusaha dan peningkatan usaha agribisnis terpadu serta membuka kesempatan kerja.
    - Menggerakan perekonomian wilayah dan meningkatkan pendapatan peternak.

Usaha peternakan sapi potong di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak sapi potong, antara lain:

1. Seleksi Bibit
    a. Pejantan: Seleksi menyangkut kesehatan fisik, kualitas semen dan kapasitas servis.
    b. Betina: Seleksi menyangkut kondisi fisik dan kesehatan, kemiringan vulva tidak terlalu keatas, mempunyai puting 4 buah, bentuk ambing relatif besar dengan bentuk yang simetris.
http://www.disnak.jawatengah.go.id/img/peternakan/sapi-potong1.jpg




2. Pakan
Pakan untuk ternak sapi potong dapat berupa Hijauan (rumput, kacang-kacangan dan limbah pertanian), konsentrat (dedak padi, onggok, ampas tahu) dan makanan
tambahan (vitamin, mineral dan urea).

Secara umum jumlah makanan yang diberikan untuk seekor sapi setiap hari adalah sebagai berikut :
    - Hijauan : 35 - 47 Kg, atau bervariasi menurut berat dan besar badan.
    
- Konsentrat : 2 - 5 kg
    - Pakan tambahan : 30 - 50 gr.

3. Kandang
    a. Syarat Kandang
        - Bahan kandang dari kayu/ bambu serta kuat
        -Letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh
        -Lantai dari semen/tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih     tinggi dari tanah sekitarnya.
        -Ventilasi udara dalam kandang harus baik.
        - Drainase di dalam dan luar kandang harus baik.
      
    b. Ukuran kandang
        - Sapi betina dewasa 1,5 X 2 m/ekor
        -Sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m/ekor
        -Anak sapi 1,5 X 2 m/ekor

4. Sistem Perkawinan
    a. Hand Mating
       Kawin alam yang teratur dimana sapi betina birahi dibawa ke tempat pejantan untuk dikawinkan atau di IB.
     
    b. Pasture Mating
       Jantan dan betina kawin alam di padang pengembalaan

    c. Mengetahui Tanda Birahi
       tanda-tanda birahi yaitu ; selalu gelisah, mencoba menaiki sapi lain, vulva membesar dan kemerahan serta keluar cairan lendir, nafsu makan menurun.
     
    d. Mengetahui Tanda-tanda Melahirkan
       Tanda melahirkan seperti urat daging sekitar vulva mengendor, dikiri kanan pangkal ekor kelihatan legok, ambing membesar dan tampak tegang, sapi
gelisah dan lain-lain.
http://www.disnak.jawatengah.go.id/img/peternakan/sapi.jpg


5. Kesehatan Hewan

Tindak pencegahan :
    a. Hindari kontak dengan ternak sakit
    b. Kandang selalu bersih
    c. Isolasi sapi yang di duga kena penyakit agar tidak menular ke sapi yang lain
    d. Mengadakan tes kesehatan, khususnya penyakit Brucellosis dan Tuberculosis.
    e. Desinfektan kandang dan peralatan
    f. Vaksinasi teratur.




















BAB III PENUTUP

Kesimpulan
Beternak sapi potong merupakan usaha yang sangat menarik. Selain untuk memenuhi permintaan pasar daging yang masih belum terpenuhi, juga untuk mendorong timbulnya industri lain yang berbahan baku daging, kulit tulang dan bahan ikutannya. 


DAFTAR PUSTAKA

Copyright Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal.
Copyright Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat.
Copyright© 2010 - Nesaci is proudly present by rikez
Copyright

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar